Masa kecilku kulalui di kota kecil. Namanya cukup aneh: Nganjuk. Sering diplesetkan dengan mangan lan ngunjuk (makan dan minum, Jawa). Jaraknya sekitar 120 kilometer dari Surabaya. Terletak di propinsi Jawa Timur, kawasan Mataraman.
Salah satu tontonan favoritku selain Ludruk adalah Wayang Kulit. Paling tidak sebulan sekali di pendopo Kabupaten digelar Wayang Kulit semalam suntuk. Letaknya tak jauh dari rumahku, sehingga aku bisa nonton sampai pagi. Walau lebih banyak tertidur, daripada meleknya.Tapi aku selalu menikmatinya.
Namun sayang kesenian Wayang Kulit ini makin pudar pamornya dimakan zaman. Kalah bersaing dengan hiburan masa kini, budaya populer yang sudah menjadi industri. Yang tidak punya nilai komersil dipersilahkan menyingkir. Atau bangkrut dengan sendirinya. Apakah Wayang Kulit nantinya bakal punah ? Hanya Tuhan yang tahu jawabnya.
Setidaknya kita berusaha membangkitkan, walau hanya dalam tampilan. Mari kita gugah kembali rasa cinta seni yang tumbuh di negri tercinta ini. Kita mulai saja dengan mengangkat tema Wayang Kulit untuk blog WordPress. Nanti ditambah lagi dengan jenis kesenian daerah lainnya.
Read the rest of this entry »